Get Notified

Get the latest articles from us by entering the email on the form provided below

After you enter the email above, then automatically you will receive a new post from us

Pemuda Jabodetabek Ikuti Training Syabab Hidayatullah

Sedikitnya 60 orang mahasiswa dan pelajar mengikuti SNW Basic Training (SNW-BT) yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Syabab Hidayatullah Jabodetabek (PW Syabab Magepolitan) di Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

SNW Basic Training atau Training Dasar Sistematika Nuzulnya Wahyu adalah materi latihan dasar kepemimpinan yang digagas oleh Syabab Hidayatullah dalam rangka mengajak para pemuda dan mahasiswa menemukan jatidirinya dengan dilandasi spirit Islam yang berintelektual ideologis.



Dalam materi SNW Basic Training selain memaparkan tentang pengertian, dasar-dasar, sifat dan fungsi kepemimpinan, manajemen, dan organisasi. Juga dibahas tentang kharakteristik kepemimpinan dalam Islam serta semangat kepeloporan yang menyadir metodologi tertib turunnya wahyu (manhaj nubuwwah) yang oleh Hidayatullah disingkat menjadi SNW.

Ketua panitia, Vizal Alfianto, menjelaskan, ruang lingkup kajian materi SNW Basic Training ini membahas hikmah-hikmah yang terkandung dalam 5 wahyu pertama yaitu surah Al-Alaq 1-5, Al-Qolam ayat 1-7, Al-Muzammil ayat 1-10, Al-Muddatstsir ayat 1-7, dan surah Al-Fatihah ayat 1-7. Rangkaian sistematika wahyu tersebut kemudian dirinci dan dijelaskan oleh surah-surah lain dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah SAW.

"Materi disampaikan proporsional karena memang peserta adalah anak-anak muda berasal dari kampus dan sekolah non-agama yang relatif masih awam terhadap tema-tema ideologis," terang Vizal.

SNW Basic Training Syabab Hidayatullah, jelas Vizal, digelar dalam rangka menangkal massifnya budaya permisif bahkan tidak saja menjangkit di kalangan anak muda. Kuatnya pengaruh teknologi informasi yang tanpa sekat dan bebas akses saat ini, membuat banyak remaja galau.

Karenanya, Syabab Hidayatullah digawangi kaum muda yang menyadari kondisi tersebut, menilai mendesak dilakukan kegiatan pembinaan moral guna menangkal aspek negatif yang melatari praktik abnormal dan irasional di kalangan anak-anak muda seperti pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian, Syabab Hidayatullah menempatkan diri sebagai elemen vital yang menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional.

Vizal menjelaskan, SNW Basic Training fokus menyampaikan kepada peserta tentang profil dan teladan manusia sukses yang dalam hal ini adalah Nabi Muhammad Rasulullah Shallallaahu Alahi Wasallam dengan mengajak peserta menyelami lebih dalam proses pengkaderan Muhammad yang ditempa dengan banyak fase ujian yaitu: fase keyatiman, fase menggembala kambing, fase berdagang, fase berkhadijah, dan kemudian fase bergua Hira'

Fase keyatiman membuat Muhammad berpengaruh di tengah kaumnya. Tumbuhnya Muhammad sebagai anakyatim ini juga menjaganya dari tangan-tangan yang memanjakannya, baik harna maupun kemudahan lain. Otomatis hal ini mencetak kepribadiannya untuk tidak tergatung terhadap keduniaan dan kedudukan. Fase ini menjadikan sosoknya tidak sombong, merasa benar dan mau menang sendiri.

Muhammad sebagai pengembala menghantarnya menjadi seorang untuk memiliki sifat adil, jiwa sosialnya tumbuh, dan juga memberikan penekanan bahwa, sebaik-baik harta adalah yang didapat dari hasil usaha sendiri. Mengembala juga bukan pekerjaan terhormat, sehingga lagi-lagi Muhammad tertempa menjadi manusia rendah hati.

Fase berdagang menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab yang lebih besar, Muhammad juag dituntut membuktikan bahwa kejujurannya tidak lekang oleh panas maupun hujan, juga tidak tergantung padatempat dan waktu, bersifat universal (menyeluruh).
Berdagang juga merupakan pintu untuk berhubungan dengan semua manusia, dalam kata lain bermasyaraat dan berdiplomasi. Fase ini mepertajam sifat amanah beliu.

Fase sebagai suami Khadijah mengantar Muhammad menjadi sosok yang bisa menjaha sikap dan perkataannya demi tidak menyinggung perasaan istrinya, sekecil apapun. Fase ini menumbuhkan sikap tabligh dan fathanah, yaitu sifat yang mampu membawa misi hidup dan berfikir strategis.

Lalu pada fase pencari kebenaran atau ber-gua hira). Tahannuts atau perenungan akan kekuasan Ilahi yang dilakukan Muhammad itu secara langsung menetukan kekuatan jiwa, kebersihan hati, dan menghimpun kekuatan berfikir serta keberanian. Fase ini juga menjadi benteng pertahanan diri guna persiapan menerima guna persiapan menerima wahyu pertama maupun wahyu berikutnya, tanpa merusak fisik dan mengganggu paksa hak-hak orang lain.

Pada fase ini, Muhammad mendapat didikan untuk mengumpulkan kekutan berfikir dan melatih hidup susah, melenyapkan segala perasaan takut dan sebagainya kepada seluruh makhluk, sehingga beliau jadi terbiasa, tidak merasa liar dan sepi serta tidak merasa takut. Dengan jiwa seperti ini, beliau akan siap untuk memimpin seluruh alam ini.

Kelima tahapan tersebutlah yang mengantarkan Muhammad pada gerbang kenabian. Secara substansial, jelas Vizal, pada konteks kekinian tahapan seperti ini juga harus dilalui anak muda yang menginginkan kesuksesan dunia dan akhirat.

"SNW Basic Training Syabab Hidayatullah ini hadir memberikan pembinaan untuk mengantar para pemuda selalu optimis, tidak galau, dan berkarakter intelektual ideologis. Sukses dunia akhirat," tukasnya.

Pada kesempatan lainnya, Ketua Pimpinan Wilayah Syabab Hidayatullah Jabodetabek (PW Syabab Megapolitan), Mazlis Mustafa, menerangkan pemuda merupakan penentu arah sebuah pergerakan. Dan, pemuda terbaik adalah pemuda yg terpelajar lagi mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

Namun demikian, imbuhnya, jika potensi besar pemuda tidak disinergikan untuk membangun sebuah peradaban mulia, maka keberadaan pemuda sebagai hulu ledak gerakan tak dapat berkontribusi signifikan dalam pembangunan masyarakat beradab.

"Salah satu agenda terbesar yg perlu diejawantahkan dalam hal ini adalah terwujudnya satu komunikasi yang berkesinambungan dalam rangka mewujudkan visi membangun peradaban Islam. Sebuah komunikasi yang terbuka melalui sebuah gerakan massif dan terstruktur dalam satu wadah perjuangan," jelasnya.

SNW Basic Training ini, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi rahim lahirnya pemuda yang berkarakter intelektual (ulama) dan ideologis (umara, ideolog dan visioner).
Pemuda Islam yang berkarakter intelektual ideologis akan menjadi kekuatan besar dan pemberi kontribusi riil dalam mewujudkan negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur.

"Target riilnya, lahirnya sebuah komunitas pemuda baik mahasiswa atau pelajar yang konsen dalam dakwah dan pengkajian tsaqafah Islamiyah lalu mampu meimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Helatan SNW Basic Training Syabab Hidayatullah berlangsung selama 3 hari yang mengusung tema "Pemuda Indonesia Berkarakter Intelektual Ideologis" ini diikuti sedikitnya 60 peserta dari berbagai kampus dan sekolah di Jabodetabek.

Diantaranya dari Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-quran (IPTIQ), STAI Bani Saleh, STIE Dewantara, ST Alhikmah, STKIP Kusuma Bangsa, STIE Hidayatullah, SMK Ekonomika, SMA Pro ANZ, MA Al Jihad, MA Hidayatullah, dan GEMMA. (ybh/jsk) 
Disqus Comments
Rakornas 2018

Rapat Koordinasi Nasional Syabab Hidayatullah akan digelar pada 26-28 Oktober 2018 di Jakarta

Infaq Jariyah

Beramal jariyah dengan berdonasi guna mendukung program Syabab Hidayatullah

Syabab Marchandise

Tersedia beragam perlengkapan, souvenir dan marchandise Syabab Hidayatullah

Kesekretariatan

Ragam file terkait organisasi dan panduan kesekretariatan Syabab Hidayatullah

Copyright © 2018 Depdatin PP Syabab Hidayatullah