| Berhenti Merokok Bisa Bikin Sabar |
|
Written by Farid Ma'ruf
Monday, 19 September 2011 09:52 |
 |
 |
 |
|
|
Hidayatullah.com—Anda termasuk tipe orang pemarah atau temperamental? Nah, mulailailah berhenti merokok. Studi terbaru menemukan, orang yang berhenti merokok akan mendapatkan berbagai manfaat. Selain mengurangi risiko penyakit jantung dan pernafasan, berhenti merokok ternyata juga baik untuk kesehatan mental. Salah satunya, membuat orang semakin sabar.
Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Missouri di Amerika Serikat bertajuk “Smoking Desistance and Personality Change in Emerging and Young Adulthood” dan dipublikasikan oleh journal Nicotine and Tobacc o Research baru-baru ini, menemukan bahwa berhenti merokok dapat mengurangi sifat impulsif atau temperamental.
Andrew Littlefield, seorang mahasiswa doktoral di bagian psikologi di Universitas Missouri yang juga salah satu peneliti ini menemukan bahwa ketika seseorang lebih emosional, lebih sensitif, serta cemas, mereka cenderung lebih sering untuk merokok. Penelitian itu dilakukan terhadap perokok berusia antara 18 dan 35 tahun. Kemudian, mereka yang berhenti merokok secara signifikan mengurangi sifat impulsif.
"Data menunjukkan bahwa bagi beberapa orang dewasa muda yang merokok yang impulsif," kata Andrew Littlefield. "Itu berarti bahwa usia 18 tahun bertindak tanpa banyak pemikiran. Mereka mungkin mengatakan “Saya tahu merokok adalah buruk bagi saya tapi aku akan tetap melakukannya," sebagaimana dikutip laman www.mentalhealthy.co.uk.
Berhenti merokok didorong oleh kebiasaan, keinginan, dan toleransi, bukan sifat serta kepribadian impulsif. Menariknya, para responden menggambarkan diri mereka tidak pernah segembira saat berhasil berhenti merokok.
Fakta lain menemukan berhenti merokok atau bahkan hanya mencoba untuk berhenti, dapat membuat Anda merasa lebih baik. Selain itu, para peneliti juga menemukan jika sifat neurotik atau sering mengeluh pada orang yang berhenti merokok juga akan berkurang.
Selain itu, peneliti membandingkan orang berusia 18-35, yang merokok dengan mereka yang telah berhenti merokok. Mereka menemukan bahwa individu-individu yang merokok lebih tinggi pada dua sifat kepribadian yang berbeda;
-Impulsif (bertindak tanpa memikirkan akibatnya) -Neurotisisme (secara emosional negatif dan selalu cemas)
Demikian pula, mereka dengan tingkat yang lebih tinggi impulsif dan neurotisisme lebih mungkin untuk mengambil bagian dalam perilaku berbahaya seperti merokok. Sementara itu, Littlefield juga menemukan mereka yang berhenti merokok memiliki penurunan terbesar tingkat impulsif dan neurotisisme dari usia 18-25.
"Perokok pada usia 18 memiliki tingkat impulsif lebih tinggi dibandingkan non-perokok pada usia 18, dan mereka yang berhenti cenderung untuk menampilkan penurunan tajam tingkat impulsifnya antara usia 18 dan 25," kata Littlefield. Nah, tak ada salahnya Anda mulai menghentikan kebiasaan merokok.*
Rep: Panji Islam Red: Cholis Akbar |
|
|
| Al Quran Salah Cetak Menyebar di Arab Saudi |
|
Written by Farid Ma'ruf
Tuesday, 13 September 2011 09:37 |
 |
 |
 |
|
REPUBLIKA.CO.ID, Kantor Berita Fars melaporkan, Wakil Menteri Keislaman di bidang penerbitan dan penelitian, Mosaid Al-Hadisi dalam wawancaranya dengan Koran Saudi, Al-Watan mengatakan, "Sebagian Alquran yang dijual di toko-toko buku Saudi salah cetak."
Sebagian Alquran tersebut berada di tangan para jamaah umrah di Mekah dan Madinah. Di atas Alquran tersebut tertulis nama pemberi wakaf. Tertulis pula bahwa Alquran tersebut diterbitkan oleh penerbitan Suriah dan Lebanon. 
"Melihat kenyataan ini maka kami menuntut pengumpulan semua Alquran tersebut," katanya menegaskan. Al-Hadisi menambahkan, sebagian pegawai penerbit yang mencetak Alquran tersebut adalah non-Muslim.
"Kementerian bagian keislaman telah menerima sebuah Alquran cetakan Cina. Bentuk cetakan tersebut seperti hasil penerbitan Fahad tapi hisbnya kurang sempurna," tutur al-Hadisi.
Seraya menyinggung tentang masyarakat yang lebih cenderung mencari Alquran dengan harga murah, al-Hadisi mengatakan, "kekhawatiran kita tidak terbatas hanya pada penjualan Alquran tersebut, namun juga terhadap para pedagang yang mengekspor Alquran tanpa melalui bea cukai. Sementara pihak kerajaan melarang segala bentuk impor Alquran. Dua tahun lalu, telah dibentuk komite yang meneliti al-Quran impor dengan harga murah. Komite itu telah mendeteksi 60 kasus."
Berdasarkan laporan tersebut, sebagian besar kebutuhan para jamaah haji dan bahkan kain kafan Arab Saudi diimpor dari Cina. Dan hal ini amat wajar jika Alquran cetakan Cina juga diimpor Saudi. Akhir-akhir ini, di Saudi dijual kain atau kayu bertuliskan ayat-ayat Al-Quran dari Cina yang salah cetak.
|
|
| Perdebatan 1 Syawal Berlanjut di Arab |
|
Written by Farid Ma'ruf
Tuesday, 06 September 2011 02:12 |
 |
 |
 |
|
|
Hidayatullah.com--Penetapan 1 Syawal tahun 1432 Hijriyah yang menurut sebagian besar negara Muslim di Arab dan Asia jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011, ternyata menyisakan perdebatan. Setidaknya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Sejumlah ulama Saudi menilai, astronom dan ilmuwan Saudi Khalid Al Zaaq membuat orang kebanyakan menjadi bingung, karena meragukan kesaksian yang menyatakan bahwa hilal sudah terlihat pada Senin petang (29/8), atau pada hari ke 29 Ramadhan. Sebagaimana diketahui, pihak berwenang Saudi menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, setelah mendapatkan kesaksian dari orang-orang yang dikenal integritasnya bahwa hilal telah terlihat pada tanggal 29 Ramadhan malam (29/8). Namun, ketetapan itu kemudian menjadi perdebatan setelah kata-kata Al Zaaq, yang menyatakan bahwa hilal tidak mungkin terlihat pada 29 Ramadhan, dikutip secara luas oleh media-media lokal baik cetak, elektronik maupun online. Hal itu menyebabkan keraguan dan kebingungan di kalangan masyarakat umum. Dalam khutbah Jum'atnya (02/9) di Masjid Imam Turki di Riyadh, Mufti Besar Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Asyeikh mengatakan bahwa prosedur melihat hilal yang dilakukan senantiasa mengikuti sunnah. Syariah telah menerangkan prosedur itu dengan jelas. Umat Islam tidak akan pernah meninggalkan sunnah dan mengikuti pendapat-pendapat yang keliru. Bulan di berbagai wilayah Arab Saudi terlihat sangat jelas keesokan harinya, atau pada Selasa malam (30/8). Hal itu mengukuhkan pernyataan yang mengatakan bahwa hilal sudah terlihat pada Senin malam tanggal 29 Ramadhan. Sejumlah warga di sebelah barat Al Ais juga mengatakan bahwa mereka telah melihat bulan [baru] pada Senin malam selama 30 menit. Pernyataan penduduk Al Ais itu kontradiktif dengan pernyataan para ahli astronomi yang mengatakan bahwa bulan tidak mungkin terlihat pada waktu itu. Sementara itu di Uni Emirat Arab, Mufti Besar Dubai Dr. Ahmad Al Haddad menegaskan bahwa klaim yang meragukan akurasi pemantauan hilal yang dilakukan pihak berwenang adalah salah dan tidak berdasar. Komite pemantauan hilal Uni Emirat Arab yang diketuai Menteri Kehakiman Dr. Hadif Juan Al Dahiri, terdiri dari para ahli astronomi dan sejumlah saksi-saksi. Mereka bersaksi dan mengumumkan bahwa hilal 1 Syawal telah terlihat pada Senin malam 29 Ramadhan. Di mana berarti Idul Fitri jatuh pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011. Syeikh Al Haddad menghimbau agar perdebatan tidak berdasar mengenai penentuan 1 Syawal yang masih ada segera diakhiri. Ia juga menegaskan bahwa adakalanya puasa Ramadhan itu 29 hari dan tidak selalu 30 hari, sebagaimana disampaikan dalam hadist Rasulullah. Muslim yang berpuasa selama 29 hari tidak perlu khawatir, karena pemantauan hilal untuk penentuan Ramadhan dan Syawal sudah dilakukan jauh hari. Menurut Syeikh Al Haddad, untuk menghindari perselisihan berkepanjangan tentang penentuan bulan baru, negara-negara Muslim seharusnya memiliki mekanisme pemantauan hilal yang sama, disetujui dan dipatuhi oleh semua negara. Jika tidak, maka perdebatan yang sama akan terus muncul di kemudian hari. "Kita sangat perlu sebuh satelit khusus, dengan hasil [pengamatan] yang mengikat negara-negara Muslim, guna menghapus kesalahan manusia dan menghindari perdebatan panampakan bulan," kata Syeikh Al Haddad. "Sekelompok ulama di Al Azhar, Mesir, sedang mengerjakan proyek ini, yang akan dibahas dalam sebuah konferensi dunia, yang rencananya segera akan digelar oleh Liga Muslim Dunia di Makkah, atas sponsor dari pihak kerajaan," jelas Syeikh Al Hadad. Di kawasan Arab dan Teluk sebagian besar negara merayakan Idul Fitri pada hari Selasa (30/8). Sementara yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu (31/8) antara lain adalah Oman dan Iran.*
Sumber : an/klj/gn Red: Dija |
|
| Masjid Al Haram Kekurangan Muadzin |
|
Written by Farid Ma'ruf
Thursday, 11 August 2011 01:22 |
 |
 |
 |
|
|
Hidayatullah.com--Walau penunjukkan muadzin di Masjid Al Haram dan Masjid An Nabawi, tidak seketat dahulu, yakni bahwa muadzin baru merupakan keturunan dari muadzin, namun saat ini Masjid Al Haram Makkah masih membutuhkan 5 muadzin. Saat ini terdapat 14 muadzin, padahal pada tahun-tahun sebelumnya jumlah mereka 19 orang, sebagaimana dilansir situs okaz.com.sa (10/8/2011)
Sedangkan Masjid Nabawi di Madinah sendiri telah merekrut dua muadzin, setelah jumlah muadzinnya turun menjadi 12 orang, pasca wafatnya muadzin Majid Hakim yang berumur 61 tahun pada beberapa waktu lalu.
Tidak seperti kabiasaan sebelumnya, muadzin di dua masjid tersebut merupakan keturunan dari muadzin juga. Kali ini, 3 muadzin yang bukan keturunan muadzin pun diangkat di Makkah, untuk melengkapi kekurangan yang ada.*
Sumber : okaz.com.sa Rep: Thoriq Red: Syaiful Irwan |
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 54 |