Nasional
Kunjungan 2 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 dalam Satu Pekan di Hidayatullah Depok
Written by Farid Ma'ruf    Sunday, 16 October 2011 09:15    PDF Print E-mail

Peristiwa langka semacam ini adalah hal yang jarang terjadi bagi lingkungan Pesantren, khususnya Pesantren Hidayatullah yang memiliki luas 3.5 ha yang berdomisili di Kota Depok Jawa Barat.
Tepatnya tanggal 27 Sepetember 2011 silam dalam acara yang digelar Pimpinan Pusat Hidayatullah bagi lulusan Perguruan Tinggi Hidayatullah
yang akan ditugaskan ke medan dakwah mengikuti Pembekalan Dai Serjana Hidayatullah.
Hadir meresmikan pembukaan ini adalah Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Helmy Faishal Zaini. dan Menteri Kehutanan RI H. Zulkifli Hasan, SE MM pada acara pelepasan dan penutupan Pembekalan Dai Sarjana Hidayatullah 3 Oktober 2011. acara yang berlangsung selama 8 hari dari tanggal 27 September 2011 sampai 4 Oktober 2011 ini diikuti 81 sarjana Hidayatullah dari 3 perguruan tinggi ; Sekolah Tinggi Agama
Islam Luqman al-Hakim Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok serta Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah Balikpapan

Kegiatan ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan secara nasional, dimana pada tahun-tahun sebelumnya pembekalan dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi dilingkungan Hidayatullah. Maksud dari diadakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyatukan visi bagi dai-dai sarjana yang akan ditugaskan ke seluruh penjuru tanah air untuk menyerap secara utuh visi besar Hidayatullah, yaitu membangun Peradaban Islam yang akan diperagakan oleh seluruh komponen yang ada, termasuk para dai sarjana yang akan ditugaskan.

Kehadiran 2 orang menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 kali ini adalah upaya Hidayatullah sebagai ormas dalam membangun Indonesia melalui pemberdayaansumber daya insani serta melestarikan dan memakmurkan bumi Indonesia. Selain 2 orang menteri tersebut hadir pula seorang yang sangat spesial bagi Hidayatullah, khususnya di wilayah Jadebotabek yaitu Bapak H. Andi Iman Loebis yang merupakan pemilik Java Motor Indonesia sekaligus sebagai dewan penyantun Hidayatullah Jadebotabek memberikan kisah suksesnya kepada peserta pembekalan dai sarjana.

Acara yang menghabiskan dana sebesar 133.000.000 rupiah ini sebagai wujud Hidayatullah dalam melayani umat dengan mengirimkan tenaga dai sarjana dengan berbagia disiplin ilmu yang mereka miliki. ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki kekhasan masing-masing; STAI Luqman al-Hakim sekolah yang mencetak para guru, STIE Hidayatullah mencetak para Ekonom serta STIS Hidayatullah mencetak sarjana ulama.
Namun dalam basisnya mereka adalah sarjana yang memiliki latar belakang santri, yang pada hakikatnya kehadirannya adalah sebagai juru dakwah.

Semoga kerja mulia ini mendapat ridho dan  hidayah dari Allah Subhanau wata'ala.


Foto: Menteri Kehutanan bersama peserta pembekalan dai sarjana Hidayatullah

 
Anak Penarik Becak Lulus Dokter di UGM
Written by Farid Ma'ruf    Tuesday, 13 September 2011 10:05    PDF Print E-mail

Hidayatullah.com--Suyatno (63) memarkir becaknya di belakang Graha Sabha Pramana dan menggemboknya dengan sebuah rantai. Tidak lama kemudian, ia mengambil sebuah bungkusan plastik berwarna hijau yang tersimpan di belakang kursi sandaran becaknya. Bergegas ia mencari sudut gedung dan membuka isi tas plastik itu. Sebuah baju batik berwarna coklat terlipat rapi. “Sebelum pakai batik, saya lap dulu keringat saya, banyak sekali,” kata Suyatno sebelum naik ke lantai dua tempat berlangsung sebuah acara.

Suyatno datang ke kampus UGM dalam rangka menghadiri undangan pertemuan orangtua mahasiswa baru, Kamis (8/09/2011). Ia datang bukan sebagai orangtua mahasiswa baru, tetapi sebagai undangan khusus. Orangtua ini dinilai berhasil menguliahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter di Fakultas Kedokteran (FK) UGM.

Pria yang sehari-hari menetap di Terban, Kota Yogyakarta, ini memiliki empat orang anak. Namun, hanya anak bungsunya, Agung Bhaktiyar, yang dapat mengenyam bangku pendidikan tinggi, bahkan telah dilantik menjadi dokter pada pertengahan 2011 lalu.

Suyatno berkisah bahwa sang anak tidak pernah memberitahu jika mendaftar tes masuk UGM pada tahun 2005. Setelah dinyatakan lulus, barulah si bungsu memberi tahu. Saat itu, Suyatno sempat kaget dan terdiam, tidak menyangka jika anaknya dapat diterima di FK UGM. Ia hanya mengiyakan akan mendukung keinginan anaknya tersebut meski sebenarnya Suyatno masih ragu apakah mampu menguliahkan anaknya sampai selesai. Namun, keraguan itu tidak ia utarakan.

“Bapak akan berusaha sampai kamu bisa selesai kuliah, Nak,” ujarnya kala itu membesarkan hati sang anak.

Agung pun mafhum dengan kondisi keluarganya. Ia pun tidak pernah memaksa orangtuanya untuk memenuhi keinginannya. Sejak kecil, Suyatno sudah membiasakan anak-anaknya untuk hidup sederhana, bahkan untuk membeli baju seragam dan sepatu sekolah, Suyatno selalu membelikan yang serba bekas. Suyatno memang tidak dapat berbuat banyak. Dari menarik becak, Suyatno hanya dapat membawa pulang uang sebesar Rp20.000,00 hingga Rp30.000,00 per hari. Istrinya, Saniyem, membantunya menopang ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan di pasar Terban.

Kendati demikian, Suyatno dan Saniyem tetap optimis dan berdoa agar suatu saat anaknya dapat bernasib lebih baik.

“Dulu saya berangan-angan paling tidak bisa melebihi saya,” kata pria tamatan pendidikan sekolah rakyat ini. Dalam perjalanannya, Suyatno tidak merisaukan biaya kuliah anaknya selama enam tahun di FK UGM karena Agung mendapat bantuan beasiswa dari UGM.

“Tapi kalau untuk fotokopi dan uang saku, dia tetap minta ke saya. Kalau tidak ada, tetap apa adanya,” ujarnya.

Pengalaman Suyatno dalam menguliahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter ini disampaikan di hadapan 3.717 orangtua mahasiswa baru yang hadir di Grha Sabha Pramana. Kisahnya membuat beberapa orangtua menjadi terharu. Namun, tidak sedikit pula yang merasa tergugah. Yang pasti, testimoni Suyatno membuktikan penarik becak pun ternyata dapat menguliahkan anaknya di UGM, jadi dokter lagi!*/Gusti, ugm

 

Foto: Suyatno (humas ugm)

Sumber : Humas Ugm
Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

 
FUIA Sesali Pemukulan Khatib
Written by Farid Ma'ruf    Tuesday, 13 September 2011 10:00    PDF Print E-mail

Hidayatullah.com--Forum Ukhuwah Islamiah Aceh (FUIA) menyesali kejadian pemukulan terhadap khatib di Keumala Kabupaten Pidie Jumat 9 September 2011.

“Tindakan tersebut merupakan pelecehan dan pelemahan profesi khatib, yang semestinya dilindungi untuk kemerdekaan menyampaikan amar ma’ruf nahi mungkar,” kata Ketua FUIA Dr Muhammad AR MEd.

Pihaknya mengharapkan, kepolisian agar menuntaskan pengusutan kasus ini, karena ini kasus kedua kekerasan terhadap penceramah/khatib di Kabupaten Pidie, setelah pemukulan terhadap Ghazali Abbas Adan saat memberi ceramah maulid Rasul di Gampong Pango Bambong, 13 Mei lalu.

Khatib dinilai harus tetap memiliki kemerdekaan mimbar dalam menyampaikan risalah Islamiah, katanya. Untuk itu, pihak manupun harus menghargai setiap dakwah yang disampikan oleh khatib, da’i dan muballigh.

“Kasus pemukuan khatib ini dapat dianggap pencemaran agama yang pantas dihukum secara adil,” tegas dosen pasca sarjana IAIN Ar-Raniry ini.

Seperti diberikan Serambi FM, Tgk Saiful Mila, yang menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Raya Ji Jiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Jumat (09/09/2011) dipukuli sejumlah jamaah.

Saat itu dia sedang memberikan khutbah. Diduga pelaku merasa tersinggung dengan isi khutbah Tgk Saiful Mila yang saat itu menyinggung masalah silaturrahim dan hukum qishash..

"Baru sekitar beberapa menit saya bicara, mendadak bangun beberapa jamaah. Saya disuruh turun, namun tak menggubrisnya" ungkap Tgk. Saiful Mila.

Namun tanpa merasa takut, korban Tgk. Saiful pun, kemudian kembali melanjutkan khutbahnya.

"Yang ada saya ceramah, soal dosa-dosa besar, termasuk mereka yang dendam sesama muslim lebih dari tiga hari, itu dosanya tak diampuni oleh Allah swt. Terus saya kasih contoh seperti masalah politik, jangan karena beda partai, membuat kita putus tali silaturrahmi," tambahnya.

Kalimat Tgk. Saiful Mila itu ternyata membuat sejumlah jamaah bangun dari duduknya dan langsung memukuli korban. "Saya sudah buat laporan perkaranya," ungkap Tgk Saiful.

Akibat pemukulan ini, korban mengeluh sakit dibagian pelipis kanan serta luka memar dibagian wajah. Sementara proses shalat jum'at langsung dilanjutkan oleh khatib pengganti.*/Sayed M Husen, Aceh

 

Red: Cholis Akbar

 
Syafii Maarif: Indonesia Dipimpin Orang Bingung
Written by Farid Ma'ruf    Thursday, 26 May 2011 02:41    PDF Print E-mail

Hidayatullah.com--Menjadi tak salah memang jika masyarakat menganggap era Presiden Soeharto lebih baik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti hasil survei Indo Barometer belum lama ini. Di mata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, hal itu sebagai bentuk kerinduan rakyat yang merasakan kehidupan sehari-hari saat ini yang semakin sulit.

Menurut Syafii , kerinduan terhadap kondisi saat Orde Baru dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Ia menilai pemimpin saat ini terlalu sibuk untuk mengedepankan citranya, dan tidak subtantif untuk melakukan perubahan. Soeharto diakuinya memang merupakan seorang presiden yang otoriter dan terkesan kejam.

"Sedangkan, SBY dalam kesehariannya halus, mengedepankan citra, kalau berbicara sangat memesona. Tetapi tidak berbuat," ujar Syafii, di Jakarta, Rabu (25/5).

Selain itu, ia menambahkan SBY lebih banyak mengurusi partai dan konflik internalnya. Bahkan, ia juga melihat perjalanan orde reformasi, dari kiprah Megawati hanya sebentar, Gus Dur pun begitu, hingga SBY.

Meski masanya lebih panjang, lebih dari lima tahun, SBY justru dilihat tampak bingung dengan dirinya dan partainya.

"Jadi kita ini dipimpin orang bingung," ujar Syafii.

Dialog yang berlangsung di kantor PP Muhammadiyah tersebut juga dihadiri salah seorang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Abubakar.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan Syafii, Agus mengatakan Presiden sulit untuk berbuat banyak karena terkerangkeng sistem. Bahkan, ia mengatakan, saat menyusun kabinet Indonesia Bersatu II, banyak tuntutan terhadap Presiden.

"Saya menemani Presiden hingga larut malam. Di situ bahkan ada parpol koalisi yang mengancam untuk keluar jika tidak memasukkan nama-nama menteri yang diajukan," ujar Agus.

Ia pun mengatakan Presiden sebenarnya enggan untuk koalisi dengan banyak partai, namun sistem yang ada memaksanya untuk berkoalisi.

Mendengar pernyataan dan pertanyaan Agus, Syafii menjawab tak seharusnya seorang pemimpin terkerangkeng sistem. Syafii mengatakan seorang pemimpin harus berani mendobrak sistem dan menciptakan sistem baru.

"Tapi sebenarnya, seorang pemimpin yang bertindak, tidak perlu dipenjara oleh sistem itu. Dia (SBY) seakan-akan dikerangkeng sistem. Dia tidak bisa melakukan itu (mendobrak)," ujar Syafii.

Syafii juga mengkritik pernyataan SBY yang menyindir tokoh lintas Agama bahwa jangan hanya mencerca. Hal itu menurutnya, menunjukkan SBY sulit bertindak dan hanya mengeluh.

"Kritik kami sampaikan, juga sudah pikirkan jalan keluar. Ada enam yang kami sampaikan, tetapi kok tidak bertindak," jelas Syafii.*

Sumber : ant/mi
Rep: CR2
Red: Cholis Akbar

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 96

Berita Global

Berhenti Merokok Bisa Bikin Sabar

Hidayatullah.com—Anda termasuk tipe orang pemarah atau temperamental? Nah, mulailailah berh [ ... ]


Berita Lainnya

Berita Islam

Ulama-ulama Nusantara yang Sudah Mendunia

Mereka umumnya menghabiskan hidupnya dengan mengajar di Mekah, sebagian lagi pulang ke Indonesi [ ... ]


Berita Lainnya

Teknologi

eBook Gusur Buku Cetak di AS

Hidayatullah.com--Data baru menunjukkan bahwa buku elektronik atau eBook untuk pertama k [ ... ]


Berita Lainnya

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.