Profil

Syabab Hidayatullah adalah organisasi kepemudaan nasional yang berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan generasi muda dalam rangka menyiapkan kader bangsa dalam bingkai Islam yang berdedikasi serta memililiki loyalitas keindonesiaan.

Jiwa besar untuk turut mengambil peran dalam membangun Indonesia senantiasa terpatri di relung hati setiap kader Syabab Hidayatullah. Semangat tersebut tentu saja bersesuaian dengan makna "syabab" itu sendiri yang berarti sosok muda yang matang secara fisik, semangat tinggi, dan pemuda yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha Illallah.

Syabab Hidayatullah, sebagai organisasi otonom dari induknya bernama Hidayatullah, telah menempatkan kader–kadernya di seluruh Nusantara, mulai dari Sabang hingga ke Merauke. Jumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ada 172 buah.

Organisasi Syabab Hidayatullah bukanlah underbouw dari partai politik, meski para anggotanya diperkenankan untuk memilih partai yang relevan dengan visi organisasi induknya.

Kebijakan politik Syabab Hidayatullah sejalan dengan kebijakan politik organisasi induknya, yaitu menjaga integrasi bangsa karena Hidayatullah yakin seyakin-yakinnya bahwa Islam menyatukan pulau-pulau di Nusantara yang terserak dari Sabang hingga Merauke. Hal ini sudah teruji oleh sejarah.

Itulah sebabnya wawasan teritorial keindonesiaan menjadi salah satu doktrin bagi kader Syabab Hidayatullah. Sebab, lahan dakwah paling subur untuk menanam benih akidah Islamiyah adalah masyarakat Indonesia. Sehingga, sifat akomodatif yang non-partisan menjadi arus utama Syabab dan organisasi massa Hidayatullah saat ini.

Atas dasar itu, aktivitas utama kader Syabab Hidayatullah diarahkan pada upaya menggalakkan pendidikan dan dakwah. Pendidikan diutamakan dalam rangka mencetak kader–kader bangsa yang berkualitas secara spiritual dan intelektual. Sedang dakwah dihidupkan sebagai upaya merekrut massa sebanyak mungkin untuk menjadi basis dan pendukung eksistensi Hidayatullah sebagai organisasi massa.

Syabab Hidayatullah telah memfokuskan diri pada upaya revitalisasi spirit gerakan membangun militansi dan progresivitas kader. Ini didasari oleh pemikiran bahwa bangsa Indonesia akan porak poranda jika tidak ada pemuda yang mengisi kemerdekaan dengan karya nyata di tengah masyarakat.

Dan, priotitas utama revitalisasi spirit gerakan ini adalah peningkatan pemahaman agama melalui belajar dan mengamalkan al-Qur’an, wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).

Dalam pada itu, Syabab Hidayatullah terus menyuarakan semangat meneladankan Islam yang luhur yang diiringi dengan tradisi intelektual. Semangat belajar itu hendaklah tidak pudar meski tudingan miring diarahkan kepada Islam seringkali terlampau jahat.

Tudingan dan fitnah itu perlu dijawab dengan aksi nyata dengan menunjukkan identitas dan mempraktikkan kehidupan Islam yang berkasih sayang, adil, mengayomi, tegas, namun tetap santun dan penuh hikmah.

Syabab Hidayatullah pula mendorong menggencarkan gerakan memakmurkan masjid, mengkaji al-Qur’an, sambil membuktikan bahwa mereka yang aktif di masjid adalah orang-orang yang selalu siap membantu lingkungan dan membangun bangsa.