|
Muqaddimah Terwujudnya tatanan masyarakat dunia yang diridhai Allah SWT adalah cita-cita bersama umat Islam. Dewasa ini , proses menuju tatanan masyarakat dunia yang islami tersebut mendapat berbagai tantangan. Secar internal, dapat dilihat bahwa sumber daya umat Islam termasuk di kalangan mudanya masih menunjukkan berbagai kelemahan, baik secara spiritual, intelektual maupun ghirah perjuangan. Begitu juga dengan demensi-dimensi yang lain, seperti pendidikan, ekonomi, kesadaran politik dan hokum. Secara eksternal, keberadaan peradaban sekuler dan ancaman serta konflik peradaban Barat – Islam telah menimbulkan berbagai ekses terhadap umat Islam. Di samping itu, masa-masa transisi politik, ekonomi dan bahkan moral yang tengah terjadi di Indonesia, tidak mendapatkan antisipasi dan respons umat Islam secara tepat bahu-membahu, bekerjasama, membangun solidaritas dan berjuang untuk menghadapi berbagai tantangan demi terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhai Allah SWT.
Syabab Hidayatullah lahir dan didirikan oleh Hidayatullah untuk mewadahi perjuangan tersebut. Perjuangan oleh dan dari pemuda Islam untuk masa depan mereka, merupakan keharusan sejarah yang harus ditempuh. Pemuda Islam harus menjadi ujung tombak perjuangan menuju tatanan masa depan yang diharapkan.
Karena itu sudah seharusnya pemuda-pemuda Islam, dari berbagai kalangan dan dari manapun mereka, harus bersatu, bergerak dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita bersama tersebut. Karena masa depan umat ada di tangan mereka.
Orientasi Dasar
Tauhid adalah orientasi dasar bagi eksistensi dan perjuangan Syabab Hidayatullah. Dengan orientasi dasar tauhid, setiap kader Syabab Hidayatullah meyakini dan menyadari hanya Allah saja yang Esa, siap menjadi hamba-Nya dan khalifah-Nya. Dengan orientasi dasar tauhid, berarti juga menyadari dan mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya serta berusaha mewujudkan kehendak-Nya di muka bumi.
Islam sebagai perwujudan orientasi tauhid, harus menjadi standar nilai, prilaku, pemikiran, etika dan eksistensi hidup setiap kader Syabab Hidayatullah. Islam juga mencerminkan visi “penyelamatan” umat manusia, dari kegelapan, kedzaliman dan kekufuran, menuju cahaya kebenaran. Upaya “penyelamatan” tersebut mengharuskan jihad dalam spectrum yang luas, sesuai dengan problematika yang dihadapi. Karena itu setiap menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang muncul, setiap kader Syabab Hidayatullah senantiasa menggunakan standar nilai, intelektual dan semangat jihad Islam. Dengan Islam ini juga para kader Syabab harus menyebarkan misi perdamaian di muka bumi, menumpas sumber keonaran dan kemusyrikan. Para kader Syabab Hidayatullah terpanggil untuk mengembangkan sumber daya insani, membelajarkan masyarakat tentang nilai-nilai Islam dan aplikasinya dalam kehidupan.
Untuk memecahkan permasalahan besar umat Islam, terutama untuk mewujudkan peradaban Islam didasarkan pada pola gerakan yang di bangun oleh Rasulullah bersama para sahabat, yang terbukti kebenaran dan keberhasilannya. Pola ini, yang dalam Organisasi Hidayatullah disebut sebagai Sistematika Nuzulnya Wahyu, tetap releven untuk menyelesaikan problematika umat Islam dewasa ini dan masa depan.
Pergerakan adalah semangat yang harus dimiliki setiap kader Syabab Hidayatullah. Setiap persoalan keumatan yang muncul harus dipandang sebagai tantangan yang harus diselesaikan dengan semangat reformasi dan transformasi. Setiap kader Syabab Hidayatullah memiliki semangat untuk mengubah status quo menuju tatanan masyarakat yang di harapkan Islam. Karena itu dalam menghadapi situasi yang berkembang dewasa ini, di mana pemuda dan umat Islam dalam posisi terpinggirkan, harus dihadapi dengan perjuangan sistematis dan terencana, yang pada gilirannya akan diperoleh kemenangan yang gemilang.
Kepemudaan adalah sifat dan sekaligus ciri dari kader-kader Syabab Hidayatullah. Dengan ciri kepemudaan ini para kader Syabab Hidayatullah di harapkan gandrung kepada perubahaan, dinamis, kreatif, berani dan jujur serta memiliki semangat juang yang tinggi. Sifat-sifat ini diperlukan dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang dihadapi umat Islam. Dengan sifat kepemudaan ini juga, para kader Syabab Hidayatullah di harapkan peka terhadap adanya ketimpangan, ketidakadilan, anarki dan penyakit sosial dan birokrasi yang ada dalam realitas kehidupan dan segera meresponsnya dengan berama ma’ruf nahi mungkar, dengan berbagai cara yang di mungkinkan. Strategi
Kaderisasi. Misi pemberdayaan sumber daya pemuda Islam akan ditempuh melalui strategi kaderisasi yang dilaksanakan secara luas. Syabab Hidayatullah akan membangun basis-basis kader yang tersebar sehingga dapat di capai dengan mudah oleh sebanyak mungkin pemuda Islam dari berbagai kalangan. Sistem dan program pembinaan yang komprehensif secara terus menerus di tingkatkan mutu dan efektivitasnya.
Pro Aktif dan Netral. Strategi yang di bangun harus bersignifikansi terhadap tantangan dan problema yang muncul dan diprediksikan akan terjadi, sehingga pergerakan ini akan melangkah secara proaktif dan pada gilirannya dapat memandu kecendrungan social dan keumatan sehingga memberikan hasil terbaik bagi kemaslahatan Islam dan umat Islam. Sikap netral terhadap berbagai kelompok kepentingan akan lebih memberikan kesempatan kepada setiap kader Syabab Hidayatullah untuk menjalankan perannya secara optimal.
Sasaran
Syabab Hidayatullah bermaksud memberdayakan pemuda Islam dari berbagai kalangan dengan spectrum usia antara 15 sampai 40 tahun. Memberdayakan pemuda dengan cara pembelajaran dan pelatihan serta aksi dalam rangka merespons situasi kontemporer serta problem-problem yang dihadapi umat Islam.
Menghadapi gejolak perkembangan actual di bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Syabab Hidayatullah akan menyalurkan potensi yang dimiliki dengan menempatkan kepentingan dan kemaslahatan Islam dan umat Islam sebagai pertimbangan utama.
|